Hubungan manusia dan kebudayaan
Manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia
dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam
kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan
kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya
tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah
diatur oleh Sang Pencipta.
Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara
manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh
tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka
bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Di
samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi,
kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia
maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara
manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu
sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia
yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang
diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai
pendudukungnya Manusia.
1. Sejarah Suku Sunda
Pada tahun 1998, suku
Sunda berjumlah kurang lebih 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa
Barat dan sekitar 1 juta jiwa hidup di provinsi lain. Dari antara mereka,
penduduk kota mencapai 34,51%, suatu jumlah yang cukup berarti yang dapat
dijangkau dengan berbagai media. Kendatipun demikian, suku Sunda adalah salah
satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia. Nama mereka sering
dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedia.
Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese
(dalam bahasa Inggris).
Pada abad ke-20,
sejarah mereka telah terjalin melalui bangkitnya nasionalisme Indonesia yang
akhirnya menjadi Indonesia modern.
Sunda merupakan
kebudayaan masyarakat yang tinggal di wilayah barat pulau Jawa dengan
berjalannya waktu telah tersebar ke berbagai penjuru dunia. Sebagai suatu suku,
bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara, di mulai
dengan berdirinya kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Salakanagara dan
Tarumanegara sampai ke Galuh, Pakuan Pajajaran, dan Sumedang Larang. Kerajaan
Sunda merupakan kerajaan yang cinta damai, selama pemerintahannya tidak
melakukan ekspansi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Keturunan Kerajaan
Sunda telah melahirkan kerajaan- kerajaan besar di Nusantara diantaranya
Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon,
Kerajaan Banten, dll.
2. Aktifitas
Dari Suku Sunda
UPACARA ADAT
PERKAWINAN SUKU SUNDA
Adat Sunda merupakan salah satu
pilihan calon mempelai yang ingin merayakan pesta pernikahannya. Khususnya mempelai yang berasal dari Sunda. Adapun
rangkaian acaranya :
1. Nendeun Omong, yaitu pembicaraan
orang tua atau utusan pihak pria yang berminat
mempersunting seorang gadis.
2. Lamaran. Dilaksanakan orang tua calon pengantin beserta keluarga dekat.
Disertai seseorang berusia lanjut sebagai pemimpin upacara.
3. Tunangan. Dilakukan ‘patuker beubeur tameuh’, yaitu penyerahan ikat
pinggang warna pelangi atau polos kepada si gadis.
4. Seserahan (3 – 7 hari sebelum pernikahan). Calon pengantin pria membawa
uang, pakaian, perabot rumah tangga, perabot dapur,
makanan, dan lain-lain.
5. Ngeuyeuk seureuh (opsional, Jika ngeuyeuk seureuh tidak dilakukan, makaseserahan dilaksanakan sesaat sebelum akad nikah).
3. Hasil Fisik / Bukti
Berikut ini adalah beberapa hasil fisik / bukti
kesenian dari daerah suku sunda :
A. Kesenian dari suku sunda :
1.
Kesenian Kirab Helaran

Kirab
helaran atau yang disebut sisingaan adalah suatu jenis kesenian tradisional
atauseni pertunjukan rakyat yang
dilakukan dengan arak-arakan dalam bentuk helaran.Pertunjukannya biasa ditampilkan pada acara
khitanan atau acara-acara khusus seperti ;menyambut
tamu, hiburan peresmian, kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan kegiatan hari-hari
besar lainnya.
2. Tari Jaipongan
Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik,Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang
terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen karena
merupakan modifikasi atau pengembangan dari
tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.
B. Alat Musik dari Suku Sunda
1.
Calung

adalah alat musik Sunda yang merupakan prototipe dari
angklung. Berbedadengan angklung yang dimainkan dengan cara digoyangkan, cara
menabuh calung adalahdengan mepukul batang
(wilahan, bilah) dari ruas-ruas (tabung bambu) yang tersusunmenurut titi laras (tangga nada) pentatonik
(da-mi-na-ti-la). Jenis bambu untukpembuatan
calung kebanyakan dari awi wulung (bambu hitam), namun ada pula yangdibuat
dari awi temen (bambu yang berwarna putih).
2.
Angklung

adalah sebuah
alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khususyang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar
tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan
kesenian lokal atau tradisional.
0 komentar:
Posting Komentar