Clauses ( atau yang di dalam
Bahasa Indonesia biasa disebut Klausa ) adalah Kelompok kata yang saling
berhubungan yang mempunyai Subjek dan Predikat.
Clauses sendiri dibagi dua, yaitu: Independent Clause dan Dependent Clause.
Independent Clause biasa disebut Main Clause atau Induk kalimat adalah ...
Kelompok kata yang saling
berhubungan yang mempunyai subjek dan predikat dan dapat berdiri sendiri
sebagai kalimat yang lengkap dan utuh, sehingga bisa disamakan dengan simple sentence.
Berikut contoh-contohnya :
1. Ani is my daughter
2. I konw that girl
3. Morgan is very happy
4. English is international language
5. Sorta and Binar are from Medan
etc
Contoh-contoh diatas disebut
Independent Clause karena semua kalimat diatas dapat berdiri sendiri
sebagai kalimat sederhana, mempunyai subjek, predikat, dan memberikan
ide-ide yang lengkap dan utuh.
Dependent Clause atau
disebut juga subordinat clause atau anak kalimat sendiri mempunyai
subjek dan predikat, namun tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat
yang lengkap karena tidak mengekspresikan pemikiran yang lengkap.
Dependent clause membutuhkan Independent clause agar dapat memberikan
informasi yang benar atau utuh.
Perhatikan contoh-contoh di bawah ini :
1. That he is a banker
2. Whether you go by bus
3. If you go with us
4. After you arrive in Bogor
5. Whose hair is long
etc
Setelah kalian baca contoh-contoh
di atas tentu kalian tidak mengerti apa maksud yang hendak disampaikan
dari kalimat tersebut bukan? jawabannya Ya. Karena itulah Dependent
Clauses selalu diiringi dengan Independent Clause. Dan satu ciri khas
Dependenta Clause adalah memiliki Subordinate Conjunctions. Seperti that, whether, if, when, until, after, etc.
Dependent Clause sendiri dapat
berfungsi sebagai kata benda ( noun clause ), kata sifat ( adjective
clause ), dan kata keterangan ( adverbial clause ). Berikut akan saya
berikan contohnya masing-masing ...
A. Noun Clause ( Dependent Clause sebagai kata benda )
Dependent clause yang berfungsi sebagai kata benda sendiri bisa digunakan sebagai subjek, sebagai objek kata kerja preposisi, dan sebagai bahan pelengkap. Noun clause biasanya menggunakan that, whether, if, what, etc. Dibawah ini contohnya :
* Noun Clause sebagai Subjek
- How he gets the money is his own fair
- What they did does not concern me
- That he is a liar is obvious
- Where they work is not important to me
- Why you ask me that question matters to me
* Noun Clause sebagai Objek kata kerja
- He suggested that I continued my studies at the famous university
- She wanted to know whether I had some money
- I don`t know where he lives
- The teacher ask me what my name was
- It is true that plants need water in order to grow
* Noun Clause sebagai Complement
- My question is why you did not come last night
- The main problem is they do not have a car
- The most important point is how to increase the copany product
- My concern is how to pay the workers
- My major concern is how to improve the quality product
B. Adjective Clause ( Dependent Clause sebagai kata sifat )
Dependent Clause yang berfungsi
sebagai kata sifat berfungsi untuk menerangkan kata benda atau memebri
informasi tentang kata benda yang terdapat dalam klausa pertama.
Adjective clause biasanya menggunakan which, who, whom, whose, etc.
Contoh :
- The boy whose hair is braded is my daughter
- Anita, who lives next to my house, is very rich
- The car that he drives is very expensive
- He gave the money to the man who had done the work
- I like the novel that he wrote
C. Adverbial Clause ( Dependent Clause sebagai kata keterangan )
Adverbial Clause ini berfungsi
menjelakan kata kerja, frasa kata kerja, kata sifat, kata keterangan,
atau menjelaskan seluruh kalimat. Adverbial Clause ini diawali kata
when, before, as soon as, as long as, whenever, everytime, dan if.
Contoh :
- Before you go to bed, you have to lock the door
- You may play after you have finished doing your homework
- While he was walking home, he saw an accident
- Shut all the windows before you go out
- Every time I see her, I always remember my mother
Selasa, 28 April 2015
Bahasa Inggris (Ulasan Semester 1)
|
TENSE
|
ACTIVE
|
PASSIVE
|
|
Simple
Present
|
S + V1 +
S/es + O
(Tom cleans
the room)
|
O + to be +
V2 + by + S
(The room
is cleaned by Tom)
|
|
Simple Past
|
S + V2 + O
(Tom
cleaned the room)
|
O + to be +
V3 + by + S
(The room
was cleaned by Tom)
|
|
Simple Future
|
S + will +
V1 + O
(Tom will
clean the room)
|
O + will +
be + V3 + by + S
(The room
will be cleaned by Tom)
|
|
Present
Continues tense
|
S + to be +
V.ing + O
(Tom is
cleaning the room)
|
O + to be + being + V3 + by + S
(The room
is being cleaned by Tom)
|
|
Past Continues
|
S + to be
(past) + V.ing + O
(Tom was
cleaning the room)
|
O + to be(past) +being + V3 + by +
S
(The room
was being cleaned by tom)
|
|
Future continues
|
S + will be
+ V.ing + O
(Tom will
be cleaning the room)
|
O + will be + being + V3 + by + S
(The room
will be being cleaned by Tom)
|
|
Present perfect
|
S +
have/has + V3 + O
(Tom has
cleaned the room)
|
O + have/has + been + V3 + by + S
(The room
has been cleaned by Tom)
|
|
Past perfect
|
S + had +
V3 + O
(Tom had
cleaned the room)
|
O + had + been + V3 + by + S
(The room
had been cleaned by Tom)
|
|
Future Perfect
|
S + will +
have + V3 + O
(Tom will
have cleaned the room)
|
O + will + have + been + V3 + by +
S
(The room will have been cleaned by
Tom)
|
Formulas:
CONDITIONAL
SENTENCE
S + WILL + V1 + O
Type 1
-If + Simple present, + Simple future
Ex: If I learn about English, I will pass the exam
Type 2
- If + Simple past + Past future
Ex: If I cooked rice, I would eat rice
Simple present (-) Ayu doesn’t There’s
not / They is not
Simple past (-) Ayu didn’t
They didn’t
THEY
Type 3
-If + Simple past perfect, + Past perfect future
Ex: If I had loved her, I would have married her.
DEGREES OF COMPARISON
-
Superlative ( The most + Adjective / The
Adjective test )
-
Comparative ( More than + Adjective /
Adjective – er )
-
Positive ( As + Adjective + As )
Example :
1. Management is
the most interesting lesson in the world
2. Economy is
the funnest thing in my life
3. The need of
survive is more reasonable than the need of grow
Management is easier than economy
4. The English
as easier as management examination
Syllable < 2 : She’s uglier than ..
PRESENT
PERFECT TENSE
Formula 1 : (+) S + have/has + v3 + since/for + time
(-) S + have/has + not + v1 + since/fot
Ex: Tody has walked for 2 hours.
Formula 2 : (+) S + have/has + been + adv + since/for + time
(-) S + have/has not + been + adv + since/for
= time
Ex: Macbeth has been here for 3 years.
Note:
She, He, It : Has
I, You, We, They : Have
|
Simple
present tense
|
Present
perfect tense
|
|
Meaning:
Have/has
-
punya / mempunyai
|
Meaning :
Have/has
-
Telah / suda
|
Ex: I have Harry Potter novel chapter 3
Ex: I have run my bicycle for 3 hours
SIMPLE
FUTURE TENSE
Model 1 : (+) S + will +
V1 + O
(-) S + will + not + V1 + O
(?) Will + S + V1 + O ?
Ex: Britney will love Brad
Model 2 : (+) S + Will +
be + adj/adv + O
(-) S
+ will + not + be + adv + O
(?)
Will + S + be + adj/adv + O ?
Ex: Jeremy and jery will be handsome in his hand.
GLOBAL MARKET
Characteristic of perfect market:
1. Perfect market information
2. No participant with market power to set prices
3. No intervention by goverments
4. No barries to entri or exit
5. Equal access to factors of production
6. Profit maximization
7. No externalities
Bentuk-bentuk Penyimpangan Terhadap Ideologi Pancasila
Orde lama merupakan konsep yang biasa dipergunakan untuk menyebut suatu periode pemerintahan yang ditandai dengan berbagai penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Kegagalan konstituante dalam merumuskan undang – undang dasar baru dan ketidakmampuan menembus jalan buntu untuk kembali ke UUD 1945, telah mendoronng Presiden soekarno pada tanggal 5 juli mengeluarkan “Dekrit Presiden”. Tindak lanjut dari dekrit presiden tanggal 5 juli 1959 adalah pembentukn cabinet baru yang diberi nama Kabinet Karya. Dalam prakteknya (atau masa Orde Lama), lembaga – lembaga Negara yang ada belum dibentuk berdasarkan UUD 1945sehingga sifatnya masih sementara.
Dalam masa ini, Presiden selaku pemegang kekuasaan eksekutif dan pemegang kekuasaan legislative (bersama – sama dengan DPRGR) telah menggunakan kekuasaannya dengan tidak semestinya. Penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 terus berlangsung. Ketetapan MPRS No. III/MPRS/1963 tentang pengangkatan presiden seumur hidup jelas bertentangan dengan UUD 1945. pendek kata, periode pemerintahan antara tahun 1959-1965 ditandai oleh berbagai penyelewengan wewenang dan penyimpangan tarhadap pancasila dan UUD 1945 sehingga disebut sebagai masa orde lama. Hampir semua kebijaksanaan yang dikeluarkan pemerintah sangat menguntungkan PKI.
Inilah Kegagalan ( Penyimpangan ) Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi
Orde lama
·
sila
keempat yang mengutamakan musyawarah dan mufakat tidak
dapat dilaksanakan, sebab demokrasi yang
diterapkan pada tahun 1945-1950 adalah demokrasi parlementer, dimana presiden
hanya berfungsi sebagai kepala negara, sedang kepala
pemerintahan dipegang oleh Perdana Menteri.
Sistem ini menyebabkan tidak adanya stabilitas
pemerintahan.
·
Sistem
pemerintahan tahun 1950-1959 yang liberal sehingga
lebih menekankan hak-hak individual.
·
Anggota
Konstituante hasil pemilu tidak dapat menyusun
UUD seperti yang diharapkan. Hal ini
menimbulkan krisis politik, ekonomi, dan keamanan,
·
Periode
1959-1965 menerapkan demokrasi terpimpin. Demokrasi bukan berada pada
kekuasaan rakyat sehingga yang memimpin adalah nilai-nilai
Pancasila tetapi berada pada kekuasaan
pribadi presiden Soekarno.
·
Bung
Karno melakukan pemahaman Pancasila dengan paradigma
yang disebut USDEK dan menyebarkan Nasionalis, Agama,
dan Komunis,
·
ada
upaya-upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar egara dengan faham komunis
oleh PKI melalui pemberontakan di Madiun tahun 1948 dan oleh
DI/TII yang akan mendirikan egara dengan
dasar islam.
Orde baru
·
Presiden
Soeharto menjabat selama 32 tahun
·
terjadi
penafsiran sepihak terhadap Pancasila oleh rezim Orde Baru melalui program p4
·
adanya penindasan
ideologis, sehingga orang-orang yang mempunyai gagasan kreatif dan kritis
menjadi takut.
·
Adanya
penindasan secara fisik seperti pembunuhan terhadap orang di Timor-Timur, Aceh,
Irian Jaya, kasus Tanjung Priok, pengrusakan/penghancuran pada kasus 27 Juli
dan seterusnya.
·
Perlakuan
diskriminasi oleh negara juga dirasakan oleh masyarakat non pribumi (keturunan)
dan masyarakat golongan minoritas. Mereka merasa diasingkan, bahkan acapkali
mereka hanya dijadikan sebagai kambing hitam jika ada masalah, atau diperas
secara ekonomi.
Produk hukum Orde Lama, yaitu UU No. 11/PNPS/ 1963
tentang Anti Subversi merupakan salahsatu alat yang dipakai penguasa Orde Baru untuk menjerat pi hak-pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah dengan dalih GPK, PKI, OTB, dan sebagainya. Dalam hal ini hanya masyarakat
pembangkang saja yang diposisikan sebagai obyek UU Subversi itu
Langganan:
Postingan (Atom)