Selasa, 28 April 2015

Clause

Diposting oleh Unknown di 06.07 0 komentar
Clauses ( atau yang di dalam Bahasa Indonesia biasa disebut Klausa ) adalah Kelompok kata yang saling berhubungan yang mempunyai Subjek dan Predikat.
Clauses sendiri dibagi dua, yaitu: Independent Clause dan Dependent Clause.
Independent Clause biasa disebut Main Clause atau Induk kalimat adalah ... Kelompok kata yang saling berhubungan yang mempunyai subjek dan predikat dan dapat berdiri sendiri sebagai kalimat yang lengkap dan utuh, sehingga bisa disamakan dengan simple sentence. Berikut contoh-contohnya : 1. Ani is my daughter 2. I konw that girl 3. Morgan is very happy 4. English is international language 5. Sorta and Binar are from Medan etc Contoh-contoh diatas disebut Independent Clause karena semua kalimat diatas dapat berdiri sendiri sebagai kalimat sederhana, mempunyai subjek, predikat, dan memberikan ide-ide yang lengkap dan utuh.
Dependent Clause atau disebut juga subordinat clause atau anak kalimat sendiri mempunyai subjek dan predikat, namun tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat yang lengkap karena tidak mengekspresikan pemikiran yang lengkap. Dependent clause membutuhkan Independent clause agar dapat memberikan informasi yang benar atau utuh. Perhatikan contoh-contoh di bawah ini : 1. That he is a banker 2. Whether you go by bus 3. If you go with us 4. After you arrive in Bogor 5. Whose hair is long etc Setelah kalian baca contoh-contoh di atas tentu kalian tidak mengerti apa maksud yang hendak disampaikan dari kalimat tersebut bukan? jawabannya Ya. Karena itulah Dependent Clauses selalu diiringi dengan Independent Clause. Dan satu ciri khas Dependenta Clause adalah memiliki Subordinate Conjunctions. Seperti that, whether, if, when, until, after, etc.
Dependent Clause sendiri dapat berfungsi sebagai kata benda ( noun clause ), kata sifat ( adjective clause ), dan kata keterangan ( adverbial clause ). Berikut akan saya berikan contohnya masing-masing ...
A. Noun Clause ( Dependent Clause sebagai kata benda ) Dependent clause yang berfungsi sebagai kata benda sendiri bisa digunakan sebagai subjek, sebagai objek kata kerja preposisi, dan sebagai bahan pelengkap. Noun clause biasanya menggunakan that, whether, if, what, etc. Dibawah ini contohnya :
*   Noun Clause sebagai Subjek
  - How he gets the money is his own fair
  - What they did does not concern me
  - That he is a liar is obvious
  - Where they work is not important to me
  - Why you ask me that question matters to me

*  Noun Clause sebagai Objek kata kerja
  - He suggested  that I continued my studies at the famous university
  - She wanted to know whether I had some money
  - I don`t know where he lives
  - The teacher ask me what my name was
  - It is true that plants need water in order to grow

*  Noun Clause sebagai Complement
  - My question is why you did not come last night
  - The main problem is they do not have a car
  - The most important point is how to increase the copany product
  - My concern is how to pay the workers
  - My major concern is how to improve the quality product

B. Adjective Clause ( Dependent Clause sebagai kata sifat ) Dependent Clause yang berfungsi sebagai kata sifat berfungsi untuk menerangkan kata benda atau memebri informasi tentang kata benda yang terdapat dalam klausa pertama. Adjective clause biasanya menggunakan which, who, whom, whose, etc. Contoh :
   - The boy whose hair is braded is my daughter
   - Anita, who lives next to my house, is very rich
   - The car that he drives is very expensive
   - He gave the money to the man who had done the work
   - I like the novel that he wrote

C. Adverbial Clause ( Dependent Clause sebagai kata keterangan ) Adverbial Clause ini berfungsi menjelakan kata kerja, frasa kata kerja, kata sifat, kata keterangan, atau menjelaskan seluruh kalimat. Adverbial Clause ini diawali kata when, before, as soon as, as long as, whenever, everytime, dan if. Contoh :
   - Before you go to bed, you have to lock the door
   - You may play after you have finished doing your homework
   - While he was walking home,  he saw an accident
   -  Shut all the windows before you go out
   - Every time I see her, I always remember my mother



Bahasa Inggris (Ulasan Semester 1)

Diposting oleh Unknown di 05.59 0 komentar


 TENSE

ACTIVE

PASSIVE

Simple Present
S + V1 + S/es + O
(Tom cleans the room)
O + to be + V2 + by + S
(The room is cleaned by Tom)

Simple Past
S + V2 + O
(Tom cleaned the room)
O + to be + V3 + by + S
(The room was cleaned by Tom)

Simple Future
S + will + V1 + O
(Tom will clean the room)
O + will + be + V3 + by + S
(The room will be cleaned by Tom)

Present Continues                 tense
S + to be + V.ing + O
(Tom is cleaning the room)
O + to be + being + V3 + by + S
(The room is being cleaned by Tom)
Past Continues
S + to be (past) + V.ing + O
(Tom was cleaning the room)
O + to be(past) +being + V3 + by + S
(The room was being cleaned by tom)
Future continues
S + will be + V.ing + O
(Tom will be cleaning the room)
O + will be + being + V3 + by + S
(The room will be being cleaned by Tom)
Present perfect
S + have/has + V3 + O
(Tom has cleaned the room)
O + have/has + been + V3 + by + S
(The room has been cleaned by Tom)
Past perfect
S + had + V3 + O
(Tom had cleaned the room)
O + had + been + V3 + by + S
(The room had been cleaned by Tom)
Future Perfect
S + will + have + V3 + O
(Tom will have cleaned the room)
O + will + have + been + V3 + by + S
(The room will have been cleaned by Tom)

Formulas:






CONDITIONAL SENTENCE
S + WILL + V1 + O

Type 1
-If + Simple present, + Simple future
Ex: If I learn about English, I will pass  the exam

Type 2
- If + Simple past + Past future
Ex: If I cooked rice, I would eat rice

Simple present (-) Ayu doesn’t           There’s not / They is not
Simple past  (-) Ayu didn’t
                               They didn’t

      SHE
(-)                               DID/NOT
     THEY

Type 3
-If + Simple past perfect, + Past perfect future
Ex: If I had loved her, I would have married her.


DEGREES OF COMPARISON
-         Superlative ( The most + Adjective / The Adjective test )

-         Comparative ( More than + Adjective / Adjective – er )

-         Positive ( As + Adjective + As )


Example :
1.     Management is the most interesting lesson in the world

2.     Economy is the funnest thing in my life

3.     The need of survive is more reasonable than the need of grow

Management is easier than economy

4.     The English as easier as management examination


                                                                  Syllable > 2 : The most/more beautiful
Adjective: Superlative
                                                                  Syllable < 2 : She’s uglier than ..





PRESENT PERFECT TENSE
Formula 1 : (+) S + have/has + v3 + since/for + time
                         (-) S + have/has + not + v1 + since/fot

Ex: Tody has walked for 2 hours.


Formula 2 : (+) S + have/has + been + adv + since/for + time
                         (-) S + have/has not + been + adv + since/for = time

Ex: Macbeth has been here for 3 years.

Note:
She, He, It : Has
I, You, We, They : Have

Simple present tense
Present perfect tense
Meaning: Have/has
-         punya / mempunyai

Meaning : Have/has
-         Telah / suda


Ex: I have Harry Potter novel chapter 3   
Ex: I have run my bicycle for 3 hours

SIMPLE FUTURE TENSE

Model 1 :     (+) S + will + V1 + O
                         (-) S + will + not + V1 + O
                         (?) Will + S + V1 + O ?

Ex: Britney will love Brad

Model 2 :     (+) S + Will + be + adj/adv + O
                        (-) S + will + not + be + adv + O
                        (?) Will + S + be + adj/adv + O ?

Ex: Jeremy and jery will be handsome in his hand.

GLOBAL MARKET
Characteristic of perfect market:
1.     Perfect market information
2.     No participant with market power to set prices
3.     No intervention by goverments
4.     No barries to entri or exit
5.     Equal access to factors of production
6.     Profit maximization
7.     No externalities


Bentuk-bentuk Penyimpangan Terhadap Ideologi Pancasila

Diposting oleh Unknown di 05.50 1 komentar

Orde lama merupakan konsep yang biasa dipergunakan untuk menyebut suatu periode pemerintahan yang ditandai dengan berbagai penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945. Kegagalan konstituante dalam merumuskan undang – undang dasar baru dan ketidakmampuan menembus jalan buntu untuk kembali ke UUD 1945, telah mendoronng Presiden soekarno pada tanggal 5 juli mengeluarkan “Dekrit Presiden”. Tindak lanjut dari dekrit presiden tanggal 5 juli 1959 adalah pembentukn cabinet baru yang diberi nama Kabinet Karya. Dalam prakteknya (atau masa Orde Lama), lembaga – lembaga Negara yang ada belum dibentuk berdasarkan UUD 1945sehingga sifatnya masih sementara.




Dalam masa ini, Presiden selaku pemegang kekuasaan eksekutif dan pemegang kekuasaan legislative (bersama – sama dengan DPRGR) telah menggunakan kekuasaannya dengan tidak semestinya. Penyimpangan terhadap Pancasila dan UUD 1945 terus berlangsung. Ketetapan MPRS No. III/MPRS/1963 tentang pengangkatan presiden seumur hidup jelas bertentangan dengan UUD 1945. pendek kata, periode pemerintahan antara tahun 1959-1965 ditandai oleh berbagai penyelewengan wewenang dan penyimpangan tarhadap pancasila dan UUD 1945 sehingga disebut sebagai masa orde lama. Hampir semua kebijaksanaan yang dikeluarkan pemerintah sangat menguntungkan PKI.

Inilah Kegagalan ( Penyimpangan ) Orde Lama, Orde Baru dan Reformasi

 
Orde lama
·         sila  keempat  yang  mengutamakan  musyawarah dan mufakat  tidak dapat  dilaksanakan,  sebab  demokrasi  yang  diterapkan  pada tahun 1945-1950 adalah demokrasi parlementer, dimana presiden hanya berfungsi  sebagai kepala negara, sedang  kepala  pemerintahan dipegang  oleh  Perdana  Menteri.  Sistem  ini menyebabkan  tidak  adanya  stabilitas pemerintahan.
·         Sistem pemerintahan tahun 1950-1959  yang  liberal  sehingga  lebih menekankan  hak-hak  individual.
·         Anggota  Konstituante  hasil  pemilu  tidak  dapat menyusun  UUD  seperti  yang  diharapkan.  Hal  ini  menimbulkan  krisis  politik, ekonomi,  dan  keamanan,
·         Periode 1959-1965 menerapkan demokrasi  terpimpin. Demokrasi bukan berada pada kekuasaan rakyat sehingga yang memimpin adalah nilai-nilai  Pancasila  tetapi  berada  pada  kekuasaan  pribadi  presiden  Soekarno.
·         Bung  Karno melakukan  pemahaman Pancasila  dengan  paradigma  yang  disebut  USDEK dan menyebarkan Nasionalis,  Agama,  dan Komunis,
·         ada upaya-upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar egara dengan faham komunis oleh PKI melalui pemberontakan di Madiun tahun  1948  dan  oleh DI/TII  yang  akan mendirikan  egara  dengan  dasar  islam.
Orde baru
·         Presiden Soeharto menjabat selama 32 tahun
·         terjadi penafsiran sepihak terhadap Pancasila oleh rezim Orde Baru melalui program p4
·         adanya penindasan ideologis, sehingga orang-orang yang mempunyai gagasan kreatif dan kritis menjadi takut.
·         Adanya penindasan secara fisik seperti pembunuhan terhadap orang di Timor-Timur, Aceh, Irian Jaya, kasus Tanjung Priok, pengrusakan/penghancuran pada kasus 27 Juli dan seterusnya.
·         Perlakuan diskriminasi oleh negara juga dirasakan oleh masyarakat non pribumi (keturunan) dan masyarakat golongan minoritas. Mereka merasa diasingkan, bahkan acapkali mereka hanya dijadikan sebagai kambing hitam jika ada masalah, atau diperas secara ekonomi.
 Produk hukum Orde Lama, yaitu UU No. 11/PNPS/ 1963 tentang Anti Subversi merupakan salah
satu alat yang dipakai penguasa Orde Baru untuk menjerat pi hak-pihak yang dianggap berseberangan dengan pemerintah dengan dalih GPK, PKI, OTB, dan sebagainya. Dalam hal ini hanya masyarakat
pembangkang saja yang diposisikan sebagai obyek UU Subversi itu


 

Hello, Hanny here! Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos