BAB I. DASAR KOMUNIKASI DAN
KOMUNIKASI BISNIS
I.
Pengertian dan Cakupan Komunikasi Bisnis
Pengertian
:
Komunikasi adalah
suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang
atau lebih dengan harapan terjadinya pengaruh yang positif atau menimbulkan
efek tertentu yang diharapkan. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah
suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis
lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa
Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks
individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan
aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Berikut
pengertian komunikasi bisnis menurut para ahli :
·
Pengertian komunikasi bisnis menurut
Purwanto : Komunikasi bisnis adalah komunikasi yang digunakan dalam dunia
bisnis yang mencakup berbagai macam bentuk komunikasi baik komunikasi verbal
maupun nonverbal untuk mencapai tujuan tertentu.
·
Pengertian komunikasi bisnis menurut
Katz (1994:4) Komunikasi Bisnis adalah adanya pertukaran ide, pesan, dan konsep
yang berkaitan dengan pencapaian serangkaian tujuan komersil. Komunikasi
bisnis’ diartikan sebagai komunikasi yang terjadi dalam dunia bisnis dalam
rangka mencapai tujuan dari bisnis itu (Katz, 1994). Istilah ‘bisnis’ dalam
konteks ini diterjemahkan sebagai suatu organisasi perusahaan.
·
Pengertian komunikasi bisnis menurut
Rosenbaltt (1982:7): “Business Communication are purposive interchange of
ideas, opinions, information, instructions, and the like, presented personally
or impersonally by symbols or signal as attain the goals of the organizations” (Komunikasi
Bisnis adalah pertukaran ide-ide opini, informasi, instruksi dan sejenisnya,
yang dikemukakan baik secara personal ataupun nonpersonal melalui simbol atau
tanda, untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan).
·
Pengertian komunikasi bisnis menurut
Persing (1981:108) “Business communication may be defined as the spiraling
process of the transaction of meanings through symbolic action involving all
elements associated with sending and receiving written, oral, and nonverbal
messages internal to organizations of paid people working together to produce
and market goods and services for provit.” (Komunikasi Bisnis adalah
proses penyampaian arti melalui lambang-lambang yang meliputi keseluruhan
unsur-unsur yang berhubungan dengan proses penyampaian dan Penerimaan pesan,
baik itu dalam bentuk tulisan, lisan, maupun nonverbal yang dilakukan di dalam
suatu organisasi yang membayar orang yang secara bersama-sama memproduksi dan
memasarkan barang-barang dan jasa guna memperoleh keuntungan).
Cakupan
/ Ruang Lingkup Komuikasi Bisnis :
Ada
lima komponen yang penting untuk diperhatikan dalam proses komunikasi, yaitu :
1) Pengirim
pesan (sender atau komunikator).
2) Pesan
yang dikirimkan (message).
3) Bagaimana
pesan tersebut disampaikan (delivery channel atau media).
4) Penerima
pesan (receiver atau komunikan.
5) Umpan
balik (feedback) atau effect.
Kelima
komponen penting yang harus diperhatikan dalam proses komunikasi diatas tidak
hanya berlaku untuk komunikasi bisnis, tetapi dalam dunia pendidikan kelima
komponen tersebut juga penting untuk diperhatikan. Hal itu diperlukan untuk
mencapai sebuah tujuan belajar yang diharapkan melalui komunikasi yang efektif.
Komunikasi yang efektif dalam pembelajaran banyak ditentukan oleh keaktifan
selama proses belajar berlangsung yaitu adanya bentuk komunikasi dalam bentuk
timbal balik berupa pertanyaan dan jawaban pertanyaan dari sebuah proses
belajar mengenai topik tertentu yang dibahas dalam proses belajar tersebut.
II.
Unsur-Unsur dalam Komunikasi
Dalam
komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu :
1) Memiliki
tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
2) Pertukaran,
dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator
dan komunikan.
3) Gagasan,
opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam
tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
4) Menggunakan
saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan
media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara
bersamaan.
5) Meggunakan
simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau
dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
6) Pencapaian
tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau
lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya oleh manajemen.
Unsur-unsur
komunikasi tersebut juga diperlukan dalam komunikasi dalam bidang pendidikan.
Hanya saja yang membedakannya adalah tujuan yang akan dicapai disesuaikan
dengan kebutuhan dunia pendidikan.
III.
Bentuk Komunikasi Bisnis
Pada
dasarnya ada dua bentuk komunikasi yang umum digunakan dalam dunia bisnis,
yaitu, komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
1) Komunikasi
verbal
Komunikasi
verbal (verbal communication) merupakan salah satu bentuk komunikasi yang
disampaikan kepada pihak lain melalui tulisan (written) dan lisan (oral).
Contohnya adalah membaca majalah, mambaca surat kabar, mempresentasikan makalah
dalam suatu acara seminar dan lain-lain.
Adapun
dalam berkomunikasi secara verbal, dibutuhkan pengungkapan kata-kata yang
disusun dalam suatu pola yang berarti, baik dalam bentuk tulisan maupun lisan,
seperti :
·
Berbicara dan Menulis
Suatu
pesan yang sangat penting dan kompleks, sebaiknya disampaikan dengan
menggunakan tulisan, seperti surat, memo dan laporan.
·
Mendengarkan dan Membaca
Untuk
mencapai komunikasi yang efektif, maka diperlukan komunikasi dua arah, dimana
orang-orang yang terlibat di dalamnya memerlukan ketrampilan mendengar
(listening) dan membaca (reading).
2) Komunikasi
Nonverbal
Komunikasi
nonverbal merupakan bentuk komunikasi yang paling mendasar dalam komunikasi
bisnis. Walaupun pada umumnya komunikasi nonverbal memiliki sifat kurang
terstruktur sehingga sulit untuk dipelajari, seperti memahami dalam penggunaan
bahasa isyarat, ekspresi wajah, gerakan tubuh, sandi, simbol-simbol, warna dan
intonasi suara. Dalam penyampaiannya, komunikasi verbal dan komunikasi
nonverbal memilki arti yang berbeda-beda, seperti dalam komunikasi nonverbal.
Pesan yang disampaikan biasanya dilakukan secara spontan tanpa memiliki rencana
dan dilakukan secara tidak sadar dan bersifat alami.
Adapun
Komunikasi Nonverbal memilki beberapa tujuan , yaitu :
1) Menyediakan
dan memberikan informasi
2) Mangatur
alur suatu percakapan
3) Mengekspresikan
emosi
4) Memberi
sifat dan melengkapi, menentang atau mengembangkan pesan-pesan verbal
5) Mengendalikan
atau mempengaruhi orang lain
6) Mempermudah
tugas-tugas khusus, misalnya dalam memberikan pengajaran pada saat kuliah
Dalam
prakteknya tentu komunikasi verbal dan non verbal dapat bergabung agar
penyampaian sebuah informasi dapat mudah dipahami. Contohnya komunikasi yang
dilakukan seorang pemimpin untuk menyuruh bawahannya dimana melalui ucapan dan
ekspresi wajah yang tepat akan mempermudah penyampaian maksud dan tujuan yang
akan disampaikan sehingga tidak akan terjadi sebuah kekeliruan.
4.
Bisnis dalam Pandangan Komunikasi
Dalam
konsep dan azas komunikasi modern yang lebih menekankan pada kebutuhan
komunikan dan kesiapan dari komunikan dalam proses komunikasi, hal ini lebih
pentinga dari fungsi pesan dan tujuan dari komunikator, ini disebabkan oleh
prinsip – prinsip yang lebih modern yang lebih mempertimbangkan dan
memperhitungkan pada peluang dari pada produksinya. Walaupun konsep permintaan
berkaitan dengan konsep permintaan (Anda dapat mempelajari ekonomi mikro),
tetapi dalam kenyataan di pasar tidak secara otomatis jika pada saat kelebihan
barang dan jasa secara langsung akan membuat pasar menjadi jenuh atau
sebaliknya dengan kelangkaan barang dan jasa akan menyebabkan timbulnya suatu
peluang pasar, mengapa demikian, hal ini disebabkan oleh :
1) Secara
realita psikologis suatu kebutuhan dapat diciptakan.
Kebutuhan
akan barang secara individual, dalam kontek ini peluang pasar dapat di buat
dengan mekanisme komunikasi secara berkesinambungan dengan membentuk nilai –
nilai social, preferensi dan fungsi.
2) Peluang
pasar ditentukan oleh citra, kebutuhan dan perilaku konsumen tentang barang dan
jasa. Jika suatu produk dapat menyakinkan konsumen dalam hal kredibilitas,
memiliki fungsi, ada jaminan keamanan dan memiliki keunggulan lain, maka
peluang pasar akan terbentuk.
Secara
umum selalu timbul permasalahan dimana konsumen – pasar tidak mengetahui
informasi dan keberadaa barang dan jasa di pasar, yang disebabkan umumnya
kurang baik dan kurang memadai dalam menjalankan strategi komunikasi. Hal ini
harus dikembangkan strategi komunikasi yang baik dan efektif ke pasar, yaitu
dengan menjalankan promosi, seperti :
3) Kegiatan
hubungan antar manusia
4) Kegiatan
hubungan masyarakat
5) Kegiatan
advertensi atau iklan
6) Kegiatan
promosi melalui media elektronik
7) Kegiatan
promosi dan penjualan melalui media internet
8) Mengembangkan
system informasi perusahaan
9) Mengembangkan
keahlian komunikator dalam bisnis
BAB II. PERANAN KOMUNIKASI BISNIS
I. Peranan
Komunikasi dalam Bisnis
Keberhasilan
komunikasi di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman
antar orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini
dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi,
dan situasi komunikasi. Komunikasi organisasi biasanya menggunakan kombinasi
cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya
penyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas.
Secara
empiris, pemahaman orang perihal sesuatu hal akan lebih mudah diserap dan
dipahami jika sesuatu tersebut diperlihatkan dibandingkan hanya diperdengarkan
atau dibacakan. Dan akan lebih baik lagi hasilnya jika sesuatu yang
dikomunikasikan tersebut, selain diperlihatkan juga sekaligus dipraktikkan.
Hasil
studi tentang perilaku bisnis di kalangan esekutif menunjukan fakta bahwa
kemampuan berkomunikasi merupakan unsur pokok diantara berbagai factor personal
yang diperlukan untuk memperomosikan menejemen organisasi atau mengatasi
konflik menejemen (Boove and Thill,2002). Dengan kata lain, kemampuan
berkomunikasi efektif sekaligus juga merupakan salah satu ciri mutu SDM
karyawan. Istilahnya,komunikasi efektif dalam suatu organisasi dapat
diumpamakan seperti darah dalam tubuh dank unci kesuksesan.
Keberhasilan
komunikasi bisnis juga sangat ditentukan oleh adanya efektivitas dalam
komunikasi bisnis. Efektivitas komunikasi bisnis, seperti halnya jenis
komunikasi lainnya ditentukan beberapa hal:
· Presepsi
Komunikasi
harus dapat memprediksi apakah pesan yang disampaikan dapat diterima komunikasi
· Keberhasilan
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Salah
satu factor keberhasilan komunikasi bisnis dalam penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi yaitu adanya proses integrase informasi menyangkut ketersediaan
komunikasi data yang tepat guna. Ini mencakup beberapa factor antara lain,
pertama, cakupan (range) produksi jasa komunikasi data yang memiliki. Dengan
adanya hirarki, jenis, dan besar kecilnya manufaktur mempunyai perbedaan
karakteristik system informasi yang dibutuhkan sehingga diperlukan jenis
layanan komunikasi yang berbeda pula. Kedua, Converage. Diperlukan provider
yang dapat menyediakan layanan di lokasi manapun mengigat lokasi manufacture yang
menyebar dan terkadang di daerah yang terpencil (rural area). Ketiga, unjuk
kerja (performansi). Performansi yang tinggi merupakan syarat utama agar
komunikasi selalu dapat dilakukan. Keempat, Biaya. Factor biaya menjadi salah
satu faktor yang perlu dipertimbangkan agar efisiensi tetap dapat ditingkatkan.
II.
Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis
1. Tujuan
Komunikasi Bisnis Secara Umum
Komunikasi
Bisnis bertujuan untuk mendukung tujuan bisnis agar lebih efektif dan efisien
dalam rangka memperbaiki pengelolaan bisnis.
2. Tujuan
Komunikasi Bisnis Secara Khusus
Komunikasi
Bisnis bertujuan untuk menciptakan interaksi atau hubungan di dalam perusahaan
dengan konsumen, perusahaan dengan lembaga pemerintah, sesame dunia usaha,
serta dengan lingkungan sehingga tercipta hubungan yang harmonis yang ditandai
oleh tercapainya tujuan bisnis juga semakin meningkatnya pertumbuhan bisnis.
III. Umpan
Balik dan Bentuk-Bentuknya
Dalam
melakukan komunikasi bisnis, terdapat 2 manfaat secara umum yang dapat
diperoleh yaitu:
1. Manfaat
Eksternal
Komunikasi
bisnis dengan pihak ketiga yang efektif membawa dampak positif dalam
keberhasilan usaha bisnis dan upaya membangun citra perusahaan di mata
masyarakat. Contohnya: laporan, brosur dan presentasi bisnis yang disusun
secara professional dapat meningkatkan citra perusahan.
Komunikasi
bisnis yang tidak efektif yaitu sangat mahal biayanya, menurunkan cita
perusahaan, memboroskan jam kerja dan menjauhkan pelanggan.
2. Manfaat
Internal
Kemampuan
berkomunikasi secara efektif menunjang karir eksekutif perusahaan.
8
hal yang menjadi perimbangan mempromosikan jenjang karir eksekutif;
a).
kemampuan bekerja keras
b).
kemampuan manajemen
c).
kepercayaan diri
d).
kemampuan mengambil keputusan yang sehat
e).
latar belakang akademis
f).
mempunyai ambisi untuk maju
g).
kemampuan berkomunikasi secara efektif
h).
Berpenampilan menarik
IV. Kesalahpahaman
Dalam Komunikasi
Kesalahpahaman
merupakan fenomena komunikasi yang tak jarang terjadi. Bahkan disebut kejadian
normal. Sering disebut akibat dari adanya disortasi informasi. Terjadi
penyimpangan penafsiran antara yang dimaksud pengirim dan dinterpretasikan sang
penerima pesan. Beberapa contoh kesalahpahaman antara lain adalah dalam
menanggapi poin-poin penting suatu rapat; karyawan yang kurang memahami uraian
pekerjaan dan tanggung jawabnya; ketidaktahuan dalam menindak lanjuti
instruksi, surat-surat dan penggumuman; kesalahan dalam menanggapi gagasan
pimpinan dan rekan kerja; dan kesalaha pahaman dalam teknik atau cara
berkomunikasi dengan baik.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kesalahpahaman khususnya karena faktor komunikasi adalah (1)
kondisi pelaku komunikasi seperti tingkat pendidikan, pengetahuan tentang kerja
dan kondisi fisik; (2) isi pesan seperti kejelasan, dan isi kalimat; (3) media
seperti jumlah dalam mutu fasilitas; (4) kebisingan dalam hal fisik dan
psikologi lingkungan kerja; (5) Bahasa tubuh seperti dalam hal cara tutur kata,
dan gerak tubuh. Semakin tinggi standar elemen-elemen tersebut diterapkan maka
kemungkinanya terjadi disortasi informasi dan kesalahpahaman semakin rendah.
V. Memperbaiki
Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi
efektif sangat berpengaruh dalam mengatasi hambatan yang dihadapi dalam
berkomunikasi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki
komunikasi.
1. Membuat
suatu pesan lebih berhati-hati
Perhatikan
tujuan berkomunikasi dan para penerima pesan. Katakana apa yang dikehendaki
oleh mereka, gunakan Bahasa yang jelas, sederhana, mudah dipahami, jelaskan
poin-poin penting, dan tekankan serta telaah ulang poin-poin yang penting.
2. Minimisasi
gangguan dalam proses komunikasi
Jika
suatu pesan disampaikan secara lisan, perhatikan bagaimna lokasi atau tempat
penyampaian pesan yang nyaman, tenang, akustik/sound system yang baik, tempat
duduk yang teratur, ruangan sejuk, dsb. Jangan sampai ada gangguan disaat
penyampaian pesan.
3. Mempermudah
upaya umpan balik antara si pengirim dan si penerima pesan
Agar
pemberian umpan balik (feedback) tersebut memberikan suatu manfaat yang cukup
berarti, maka harus dapat merencanakan bagaimana dan kapan suatu pesan yang
disampaikan kepada penerima.
BAB III. KOMUNIKASI DALAM
ORGANISASI
I.
Pola Komunikasi Bisnis
Secara umum pola kumunikasi
(patterns of communication) dibedakan menjadi 2 saluran (Purwanto,2006:40-45),
yaitu :
a. Saluran Komunikasi Formal
Dalam
struktur organisasi, garis, fungsional, maupun matriks, akan tampak berbagai
macam posisi atau kedudukan masing-masing sesuai dengan batas tanggung jawab
dan wewenangnya. Dalam kaitannya dengan proses penyampaian informasi dari
manajer kepada bawahan, pola transformasi informasinya dapat berbentuk 3 pola
yaitu:
1. Komunikasi
dari atas ke bawah
Komunikasi
dari atas ke bawah (top-down)merupakan jalur komunikasi yang berasal dari atas
(manajer) ke bawah (karyawan) merupakan penyampaian pesan yang dapat berbentuk
perintah, instruksi, maupun prosedur untuk dijalankan para bawahan dengan
sebaik-baiknya. Menurut Katz dan Kahn, komunikasi ke bawah mempunyai 5 tujuan
pokok yaitu:
o
Memberikan pengarahan atau instruksi kerja tertentu,
o
Memberikan informasi kenapa pekerjaan itu harus
dilaksanakan,
o
Memberikan informasi tentang prosedur dan praktik
organisasional,
o
Memberikan umpan balik pelaksanaan kerja kepada para
karyawan,
o
Menyajikan informasi mengenai aspek ideologi dalam
membantu organisasi menanamkan pengertian tentang tujuan yang ingin dicapai.
2. Komunikasi
dari bawah ke atas
Atau disebut
buttom-up communicatin berarti alur pesan yang disampaikan berasal dari bawah
(karyawan) menuju ke atas (manajer). Pesan mula-mula berasal dari para karyawan
yang selanjutnya disampaikan ke jalur yang lebih tinggi.
3. Komunikasi
Horizontal
Atau
horizontal communication atau sering disebut komunikasi lateral (lateral
communication) adalah komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yang
memiliki posisi sejajar atau sederajat dalam suatu organisasi. Tujuan
komunikasi horizontal antara lain untuk melakukan persuasi, mempengaruhi, dan
memberikan informasi kepada bagian atau departemen yang memiliki kedudukan
sejajar.
4. Komunikasi
Diagonal
Atau
diagonal communication melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level)
organisasi yang berbeda. Contohnya adalah komunikasi formal antara manager
pemasaran dengan bagian pabrik, antara manager produksi dengan bagian promosi,
antara manager produksi dengan bagian akuntansi dan lain sebagainya.
b. Saluran Komunikasi Informal
Dalam
jaringan komunikasi informal, orang-orang yang ada dalam suatu organisasi,
tanpa mempedulikan jenjang hierarki, pangkat, dan kedudukan atau jabatan, dapat
berkomunikasi secara luas. Meskipun hal-hal yang mereka perbincangkan biasanya
bersifat umum, seperti mengobrol tentang humor yang baru di dengar, keluarga,
anak-anak, dunia olahraga, musik, acara film, dan sinetron tv, dan kadang kala
mereka juga membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan situasi kerja yang ada
dalam organisasinya.
II. Mengelola
Komunikasi Bisnis
Ada 2 hal yang perlu diperhatikan
dalam mengelola komunikasi, yaitu :
1.
Penanganan pesan-pesan yang bersifat rutin
Untuk dapat
memaksimalkan manfaat dan meminimalkan biaya, seorang manajer perlu
memperhatikan hal berikut ini:
1)
Mengurangi jumlah pesan
2)
Instruksi yang jelas
3)
Mendelegasikan tanggung jawab
4)
Melatih petugas
2.
Penanganan Krisis Komunikasi
Cara
penanganan krisis di suatu perusahaan tentu berbeda dengan perusahaan lain.
Namun, munculnya krisis dalam suatu perusahaan dapat mempunyai pengaruh
terhadap masa depan produk maupun reputasi perusahaan bersangkutan. Dalam
kaitannya dengan krisis komunikasi tersebut, ada 2 falsafah dalam
komunikasi yaitu:
1. Bersikap diam, tidak
mengatakan sesuatu, atau
2. Katakan apa yang terjadi dan
segera
Namun,
beberapa ahli hubungan masyarakat (public relation) menyarankan agar perusahaan
menangkis rumor yang beredar dalam masyarakat dengan cara menjelaskan dengan
cara apa yang menjadi masalahnya secara terbuka tanpa ditutup-tutupi kepada
public (masyarakat umum) dan karyawan-karyawannya. Pada saat yang sama,
perusahaan harus mencari sumber masalahnya dan berusaha mengendalikannya. Satu
hal yang paling penting dalam menangani setiap kasus adalah mengusahakan agar
pikiran tetap dalam kondisi tenag, kalem, dan tidak gegabah. Tenang dalam
artian bahwa penanganan suatu kasus perlu pemikiran jernih dan tidak dalam
kondisi emosional. Suatu tanggapan yang rasional akan membantu memberikan
inspirasi untuk mempertinggi rasa percaya diri.
Dalam situasi krisis ekonomi, ada
beberapa hal yang dapat dilakukan seperti :
1. Siapkan tim
yang terampil atau cekatan dalam penanganan krisis
2. Usahakan
agar manajemen puncak segera bertindak pada saat krisis terjadi
3. Ciptakan
sebuah pusat informasi sebagai representasi perusahaan yang dilengkapi dengan
berbagai peralatan elektronik komunikasi
4. Ceritakan
suatu kejadian secara menyeluruh, terbuka, dan jujur. Jika memang ada yang
salah segera mohon maaf
5. Tunjukkan
keseriusahan perusahaan, bukan saja dalam pernyataan tetapi dalam wujud nyata.
III. Masalah
Komunikasi dalam Organisasi
Fakor hambatan yang biasanya terjadi
dalam proses komunikasi dapat dibagi dalam 3 jenis, yaitu:
1. Hambatan
Teknis
Hambatan ini timbul karena
lingkungan dan memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan
penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan
komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang
teknologi komunikasi dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dan media
komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
2. Hambatan
Semantik
Gangguan ini menjadi hambatan dalam
proses penyampaian pengertian atau ide secara efektif. Definisi semantik disini
adalah studi atas pengertian yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang
kurang jelas akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih
kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta
melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap
kata-kata yang digunakannya.
3. Hambatan
Manusiawi
Hambatan ini muncul dari
masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam
komunikasi, baik komunikator maupun komunikan. Menurut Cruden dan Sherman,
hambatan ini mencakup :
1. Hambatan
yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan persepsi,
umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan , pencarian informasi,
dan penyaringan informasi.
2. Hambatan
yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi atau lingkungan sosial
dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang dianut.
Ditinjau dari aspek bisnis, organisasi adalah sarana manajemen (dilihat dari
aspek kegiatannya). Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan Organisasi terletak
pada peninjauannya yang berfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam
mencapai tujuan organisasi.
SUMBER:
https://taniakharismaya.wordpress.com/2015/04/26/masalah-komunikasi-dalam-organisasi/
1 komentar:
Best free slots casino site - Lucky Club
List of free casino games from the best developers · NetEnt – Microgaming · BetSoft – PlayAmo · Casino.co · Paddy Power – PlayMGM.ca · NetEnt luckyclub.live – Betsoft
Posting Komentar